German dating ipb new site of dating

posted by | Leave a comment

Lalu membiarkan mereka berjalan-kaki sepanjang PPL atau bagian PPT yang horizontal atau datar, lalu dari sisi lain PPL atau bagian PPT, pejalan-kaki (pedestrian) akan diturunkan EP kembali ke muka jalan-raya seberang. Daya angkut EP (PE) tergantung luas lantai bilik atau elevator. PPA dapat berupa satu atau lebih “jembatan penyeberangan” menghubungkan dua sisi jalan-raya yang diseberangi para pejalan-kaki ketinggian ± 5 meter diatas muka jalan-raya, sehingga beragam kendaraan bermotor bergerak terpisah dibawahnya. No.9 Sanne Harahap, menikah dengan Baginda Hinalongan, marga Bunga Bondar. Sedangkan PPB tidak lain dari satu atau lebih perlintasan atau lorong ± 2.5 meter dibawah muka jalan-raya yang dilewati para pejalan-kaki, sehingga bermacam kendaraan dapat bergerak terpisah diatasnya. No.12 Kampung Harahap, Haji Tuan Syekh Muhammad Jalil (18..-19..) dengan istri Siti Jorima, gelar Ompu ni Tiangat, boru Regar dari Bunga Bondar, putri Haji Abdus Somad Siregar. Menyeberang jalan-raya budaya lama dengan tangga perlu diakhiri di kota-kota yang padat penduduknya baik, Nusantara maupun Mancanegara oleh alasan sederhana, yakni: menyalahi “hak azasi ma-nusia” karena menyalahi ketentuan SNMJI. Perlu dicatat jalan-raya sudah semakin dikuasai sa-rana angkutan bermotor bikinan manusia, sehingga untuk keselamatan jiwa para pejalan-kaki (pedestrian) harus mendapat perlindungan undang-undang yang telah diatur dalam SNMJI agar selamat sampai ke tujuan diseberang jalan-raya. No.6 Nanga Harahap, Ja Pahang, gelar Baginda Sialang (18..-19..) dengan istri…., gelar Ompu ni Tibanur, boru Regar dari Bunga Bondar, putri Sutan Baringin Siregar. Gambar-I PPL dan PPT Sebuah PPL dapat terdiri dari satu atau lebih jembatan penyeberangan menghubungkan dua sisi jalan-raya yang diseberangi para pejalan-kaki (pedestrian), sedangkan PPT adalah sejumlah jem-batan penyeberangan mengitari pertemuan sejumlah jalan-raya (roundabout). Yang disebut akhir ini tidak perlu bulat bagai lingkaran seperti yang diperlihatkan Gambar-Ib, tetapi boleh bentuk tertutup sebarang (loop) menurut keadaan lingkungan pertemuan jalan-jalan raya (motorway interchange) dikelilingi kota besar yang padat penduduknya Tanah-Air atau Mancanegara dibica-rakan.

Ruang angkut ini selanjutnya diberi nama: Elevator Pejalan-kaki, disingkat EP, atau Pedestrian Elevator, disingkat PE. Dalam pembuatan EP (PE), tidak diragukan lagi diperlukan juga baja kanal-C atau baja kanal-H, pipa baja, plat baja, dan la-innya, tidak terkecuali pembuatan pagar pembatas dan pengaman, supaya lebih ekonomis secara keseluruhan. Terdapat dua macam EP (PE) dalam pelaksanaannya, masing-masing: Elevator Topang Keliling (ETK) atau Peripherally Braced Elevator (PBE) sebagaimana tampak pada Gambar-IIa, dan Ele- vator Topang Tengah (ETT) atau Centrally Braced Elevator (CBE), sebagaimana yang tampak pada Gambar-IIb. Dengan demikian, menyeberang jalan-raya di tengah terik matahari atau dinginnya tengah malam tidak perlu lagi menguras tenaga (energy) tubuh manusia, atau para pejalan-kaki. Budaya lama selain telah ketinggalan zaman, juga tidak layak lagi digunakan me-ngingat keamanan dan kenyamanan para pejalan-kaki yang tidak terjamin, sebagaimana yang telah diatur dalam “Standardisasi Nasional Menyeberang Jalan Indonesia” (SNMJI).

Dengan telah adanya PPL (SPC) dan PPT (IPC) di kota-kota besar yang padat penduduknya, baik Nusantara maupun Mancanegara, menyeberang jalan-raya di berbagai kota besar yang padat penduduknya, menyebarang jalan-raya “budaya lama” dibantu tangga perlu ditinggalkan untuk hijrah ke “budaya baru” dibantu sarana naik turun, disingkat “sanatu”, atau “elevator jalan-raya”.

Leave a Reply

tokyo adult sex dating service websites